Monday, April 25, 2016

SENSORIS & MOTORIS

Setiap orang tua pasti menginginkan ketrampilan sensoris dan motoris tumbuh dan berkembang secara optimal. Maka dari itu, biasa nya orang tua menciptakan kegiatan lewat permainan yang seru bisa permainan outdoor maupun indoor untuk merangsang perkembangan sensoris dan motoris nya.


Sebaiknya kita memahami terlebih dahulu pengertian dari sensoris dan motoris itu agar dapat memberikan stimluasi yang tepat dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. FYI, awal mempunyai anak saya pun gak mengetahui arti kata sensoris dan motoris itu hihihi..


proses sensorik adalah kemampuan untuk memproses atau mengorganisasikan input sensorik yang diterima. Biasanya proses ini terjadi secara otomatis, misalnya ketika mendengar suara kicauan burung, otak langsung menterjemahkan sebagai bahasa atau suara binatang. Secara umum proses sensorik juga dapat diartikan sebagai proses masuknya rangsang melalui alat indera ke otak (serebral) kemudian kembali melalui saraf motoris dan berakhir dengan perbuatan.


Proses sensorik disebut juga pengamatan, yaitu gejala mengenal benda-benda disekitar dengan mempergunakan alat indera. Jadi sensoris terbagi atas sensoris perabaan, sensoris pendengaran, sensoris penciuman, sensoris penglihatan, dan sensoris pengecapan.


Motoris terbagi menjadi 2 yaitu motoris kasar dan motoris halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh, yang dipengaruhi oleh usia, berat badan dan perkembangan anak secara fisik. Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, atau naik turun tangga.


Perkembangan motorik ini beriringan dengan proses kematangan fisik anak. Dan kemampuan motorik ini merupakan hasil dari banyak faktor, yaitu perkembangan sistem saraf, kemampuan fisik yang memungkinkannya untuk bergerak, dan lingkungan yang mendukung perkembangan kemampuan motorik.


Misalnya, anak akan mulai berjalan jika sistem sarafnya sudah matang, proporsi kakinya cukup kuat untuk menopang tubuhnya, dan anak sendiri ingin berjalan untuk mengambil mainannya.


Sebaliknya, motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan secara rutin, seperti bermain puzzle, menyusun balok, memasukan benda ke dalam lubang sesuai bentuknya dan sebagainya.


Kemampuan motorik halus setiap anak berbeda-beda, baik dalam hal kekuatan maupun ketepatannya. Perbedaan ini dipengaruhi oleh pembawaan anak dan stimulai yang didapatnya.


Setiap anak bisa mencapai tahap perkembangan sensoris dan motoris yang optimal asal mendapatkan stimulasi yang tepat. Sebaiknya teliti memperhatikan perkembangan anak agar dapat mendeteksi secara dini segala keterlambatan atau gangguan pada kemampuan sensoris dan motoris, dan segera koreksi agar tidak mempengaruhi perkembangan sensoris dan motoris nya. Anak akan jadi bosan mengembangkan kemampuan sensoris dan motoris jika dia kurang mendapatkan rangsangan. Tapi, bukan berarti boleh memaksakan satu bentuk stmilasi atau rangsangan pada anak.




Tuesday, April 19, 2016

Gravitasi

Akhir - akhir ini aku sudah jarang banget bikin mainan anak sendiri, padahal kalo dibilang sibuk juga enggak sih, masih sewajarnya emak-emak yang lain seperti cuci baju, cuci piring, ngepel, nyapu dll.. Sejujurnya memang repot, tapi rasa nya masih lebih repot saat NARA dan BIAN masih bayi atau pas sekolah pas ada ujian. Kalau sekarang banyak kerjaan tapi tidak terlalu urgent masih fleksible kok.


Kemarin sempat ada ide bikin fingerpainting homemade yang aman di tangan dan aman juga saat si kecil kalo gak sengaja tertelan. Sudah beli bahan plus eksekusi tapi ternyata gagal total hasilnya tidak seperti yang diharapkan 😂😂😂. Terus ada ide lagi bikin mie ceria (maksudnya mie warna warni hihihi..), sudah beli bahannya, eh ternyata di jalan terjadi accident pula, barang belanjaan jatuh dan sukses diinjak mobil.


Dan akhir nyaaaaa, pilihan terakhir tertuju pada botol air mineral yang menumpuk, segera ke dapur ambil peralatan tempur nya.

Alat dan bahan

botol bekas

cutter/pisau/gunting

isolasi

air

pewarna makanan

bikin lubang berbentuk kotak pada botol bekas dengan menggunakan cutter/pisau/gunting lalu tata botol ke tembok sedemikian rupa berbentuk zig-zag dengan isolasi agar air dapat mengalir ke bawah. Ambil air lalu kasih pewarna makanan agar air dapat terlihat alirannya.


Kakak NARA ikutan bikin air yang dicampur pewarna dan kuning adalah pilihannya, kata NARA, "Aku yang bikin air nya, mau aduk-


Nah, itu botol yang sudah di tata, bagian bawah nya dikasih ember untuk menampung air yang keluar jadi airnya bisa dipake berulang kali

Gini sih, cara bermain nya ala NARA 


Anakku dan mungkin hampir semua anak suka main air, bahkan kalo gak sampai basah semua badan atau lantai gak bakal berhenti jadi jawaban dia suka atau gak permainan ini, dia bakal ketawa ketiwi bilang SUKA!

Cara permainannya bisa menggunakan biji-bijian atau air atau kelereng yang di tuangkan dari bagian paling atas kemudian nanti menggelinding atau mengalir mengikuti alur, cocok seru.....

Manfaat dari Permainan sederhana ini adalah :

1.melatih koordinasi mata dan tangan

2.melatih motorik Halus

3.melatih anak agar mengetahui apa yang nama nya gravitasi

So, yuk mari mencoba di rumah karena dijamin anak-anak bakal suka sekalian anak jadi belajar sesuatu hal baru, yuuukkkk... 😊